Berawal dari Keresahan Melihat Sampah di Sungai, Siswa SMK N 1 Pringapus Ciptakan Smart River Guardian dan Raih Juara Dua IYSIC 2026
Kepedulian terhadap lingkungan mendorong tiga siswa SMK N 1 Pringapus untuk menciptakan sebuah inovasi teknologi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki tujuan nyata bagi lingkungan. Melalui prototipe kapal pengambil sampah bernama Smart River Guardian, mereka berhasil meraih Juara Dua dalam ajang IYSIC (Indonesian Youth Science Innovation Competition) yang merupakan bagian dari IFSO Innovation Festival and Science Olympiad 2026 di UIN Salatiga pada 22 September 2026.
Ketiga siswa tersebut adalah Ferninda Nazwa Faradilla dari kelas XI DPB 2, Nungki Miftakhul Rosyida dari kelas XI DPB 1, dan Teguh Budi Setiawan dari kelas XII TSM 3. Dalam kompetisi tersebut, mereka berada di bawah bimbingan Ibu Rizka Silviana Hartanti, S.Pd.
Smart River Guardian merupakan sebuah prototipe kapal pengambil sampah otomatis yang dirancang untuk membantu membersihkan sampah di permukaan sungai. Inovasi tersebut memadukan teknologi otomatisasi, pemantauan jarak jauh menggunakan Wi-Fi, serta pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi terbarukan.
Namun, di balik terciptanya prototipe tersebut terdapat sebuah cerita sederhana: keresahan para siswa ketika melihat kondisi sungai di sekitar sekolah.
Berawal dari Keresahan Melihat Sampah
Ide Smart River Guardian tidak muncul begitu saja. Ferninda mengungkapkan bahwa gagasan tersebut berawal dari kepedulian mereka terhadap kondisi lingkungan sekitar sekolah.
“Tim kami memiliki ide membuat Smart River Guardian berawal dari keresahan kami yang melihat sungai di sekitar sekolah yang banyak sampah membuat lingkungan tercemar,” ujar Ferninda.
Kondisi tersebut kemudian mendorong mereka untuk tidak hanya mengeluhkan permasalahan sampah, tetapi mencoba mencari solusi melalui teknologi.
“Kami membuat prototipe kapal pengambil sampah dengan harapan dapat membantu pembersihan di sungai yang aman,” lanjut Ferninda.
Dari keresahan tersebut, lahirlah Smart River Guardian. Kapal prototipe ini dirancang untuk mengambil sampah di permukaan air dengan sistem yang memungkinkan pemantauan dari jarak jauh melalui jaringan Wi-Fi.
Tidak berhenti pada teknologi otomatis, para siswa juga mencoba menghadirkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan energi matahari melalui panel surya. Dengan demikian, inovasi yang mereka kembangkan membawa dua gagasan sekaligus, yaitu pemanfaatan teknologi untuk membantu mengatasi persoalan sampah dan penggunaan sumber energi terbarukan.
Membawa Inovasi ke Ajang IYSIC 2026
Smart River Guardian kemudian dibawa ke ajang IFSO Innovation Festival and Science Olympiad 2026, khususnya pada cabang IYSIC (Indonesian Youth Science Innovation Competition). Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi Ferninda, Nungki, dan Teguh untuk memperkenalkan hasil karya mereka sekaligus menguji sejauh mana inovasi yang dibuat dapat dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di hadapan para juri.
Dalam proses penjurian, ketiganya mampu mempresentasikan Smart River Guardian dan menjawab berbagai pertanyaan juri dengan percaya diri. Bagi mereka, keberanian untuk menjelaskan karya yang dibuat menjadi pengalaman yang tidak kalah penting dibandingkan hasil kompetisi itu sendiri. Mereka dituntut untuk memahami tidak hanya cara kerja prototipe, tetapi juga alasan pemilihan teknologi, manfaat, serta tujuan pengembangan inovasi tersebut.
Tidak Menyangka Berhasil Meraih Juara
Setelah melalui proses presentasi dan penjurian, kerja keras mereka akhirnya mendapatkan apresiasi. Smart River Guardian berhasil meraih Juara Dua IYSIC IFSO 2026.
Nungki mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan bagi seluruh tim. Namun, sejak awal mereka tidak terlalu memikirkan hasil akhir karena menyadari bahwa peserta lain juga membawa inovasi yang tidak kalah menarik.
“Perasaan kami mendapatkan juara 2 tentunya senang, bangga dan sangat bersyukur. Awalnya kami tidak menyangka karena peserta lain juga memiliki inovasi yang luar biasa,” ungkap Nungki.
Menurut Nungki, penghargaan tersebut memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar sebuah piala atau gelar juara.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang hasil akhir, namun membuat kami merasa bahwa kerja keras, kekompakan dan proses yang kami lalui membuahkan hasil.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan mengikuti kompetisi menjadi sebuah proses pembelajaran bagi ketiga siswa. Mulai dari menemukan permasalahan, mengembangkan ide, membuat prototipe, mempersiapkan presentasi, hingga menghadapi pertanyaan dari juri, semuanya menjadi pengalaman yang membentuk keberanian dan kemampuan mereka.
Bukan Akhir, tetapi Awal untuk Terus Berkarya
Bagi Nungki, keberhasilan meraih Juara Dua bukanlah akhir dari perjalanan. Ia berharap pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya yang memiliki manfaat lebih luas.
“Ini bukanlah akhir. Ke depannya kami berharap bisa membuat karya-karya lagi yang bisa berdampak untuk masyarakat,” ujar Nungki.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa prestasi yang mereka raih tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian pribadi. Ada keinginan untuk terus belajar dan menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Semangat serupa juga disampaikan Ferninda. Ia memberikan pesan kepada siswa-siswa SMK N 1 Pringapus yang ingin mencoba berkarya dan berinovasi agar tidak merasa minder.
“Harapan untuk anak SNIPER, jangan minder. Semoga semakin banyak anak SNIPER yang bisa berkarya, berinovasi, berdampak, berprestasi, dan membanggakan untuk sekolah,” tutur Ferninda.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian paling penting dari perjalanan mereka. Keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan untuk menginspirasi orang lain agar berani mengambil langkah yang sama.
Prestasi Juara Dua IYSIC 2026 menjadi pencapaian yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa SMK N 1 Pringapus lainnya untuk terus berani mencoba, meneliti, dan menciptakan karya.
Melalui Smart River Guardian, ketiga siswa tersebut telah menunjukkan bahwa ide kreatif yang lahir dari lingkungan sekolah dapat berkembang menjadi sebuah inovasi yang memiliki nilai teknologi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Selamat kepada Ferninda Nazwa Faradilla, Nungki Miftakhul Rosyida, dan Teguh Budi Setiawan atas prestasinya. Semoga Smart River Guardian menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi lain dari siswa SMK N 1 Pringapus yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Semarak Lomba 17 Agustus di SMK NEGERI 1 PRINGAPUS
Pagi itu, halaman sekolah tampak lebih ramai dari biasanya. Bendera Merah Putih berkibar di setiap sudut, sementara para siswa berkumpul dengan wajah penuh semangat. Dalam rangka memper
Meriahnya Hari Olahraga Antarjurusan SMK NEGERI 1 PRINGAPUS
Pagi itu, suasana sekolah terasa berbeda dari biasanya. Lapangan yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar kini dipenuhi oleh para siswa dari jurusan DKV, Busana, dan Otomotif. Sua
Peran Guru Bahasa Inggris dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa
Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, bisnis, dan komunikasi. Oleh karena itu, guru Bahasa Inggris memiliki
MPLS SMK Negeri 1 Pringapus Tahun Ajaran 2026/2027
Pringapus – SMK Negeri 1 Pringapus sukses menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 selama lima hari. Kegiatan ini diikuti oleh se
Logistic Race Berbasis Canva: Inovasi Pembelajaran IPAS untuk Mewujudkan Pembelajaran Bermakna dalam Mendukung Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur
Oleh: Rizka Silviana Hartanti, S.Pd. SMK N 1 Pringapus Pendahuluan Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif mampu menghadapi tantangan abad
AURA 26 SMKN 1 PRINGAPUS
PRINGAPUS — Suasana di SMK Negeri 1 Pringapus tampak berbeda pada tanggal 27 April hingga 6 Mei 2026. Energi positif, hilir mudik siswa yang antusias, serta gemuruh kreativitas me
PERAN GURU BAHASA JAWA
Guru Bahasa Jawa memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa di kalangan generasi muda. Bahasa Jawa bukan hanya alat komunikasi,
KARTINI SMKN 1 PRINGAPUS
Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April merupakan momen penting untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia. Beliau dikenal
Peran Guru Bahasa Indonesia dalam Dunia Pendidikan
Guru Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kemampuan berbahasa dan berpikir siswa. Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk m