Puncak Kreativitas Siswa SMKN 1 Pringapus 2025: Sehari yang Menghidupkan Semangat, Karakter, dan Kolaborasi
Pagi itu, Rabu 19 November 2025, langit di atas SMKN 1 Pringapus tampak cerah seolah ikut menyambut salah satu hari terpenting bagi siswa-siswi sekolah ini: Puncak Kreativitas Siswa. Sejak pukul tujuh, gerbang sekolah mulai dipenuhi oleh langkah-langkah antusias siswa kelas X, XI, dan XII yang sama-sama menuju pusat kegiatan. Tidak seperti hari-hari biasa, suasana sekolah hari itu terasa lebih meriah, lebih hidup, dan lebih penuh warna. Kolaborasi besar yang digagas oleh Tim Kokurikuler dan Bidang Kesiswaan itu menghadirkan tiga kegiatan utama yang berjalan berdampingan—ajang puncak kokurikuler bagi kelas X, bazar kewirausahaan dari kelas XI, serta pesta demokrasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2025–2026.
Dari kejauhan, suara riuh para siswa sudah terdengar sejak memasuki lingkungan sekolah. Teriakan yel-yel dari beberapa kelas yang sedang melakukan gladi bersih terdengar menyatu dengan instruksi guru yang tengah memastikan kesiapan teknis, sementara dari arah lapangan, beberapa siswa tampak mempersiapkan kostum dan atribut kecil yang mereka bawa untuk memperkuat tampilan kelas masing-masing. Sementara itu, di sisi lain area sekolah, para siswa kelas XI sibuk menata stand bazar yang sudah mereka persiapkan sejak dua hari sebelumnya. Aroma makanan ringan mulai tercium, bergabung dengan suara tawa dan percakapan yang tidak putus-putus. Semua elemen itu menyatu menjadi gambaran sederhana bahwa hari itu bukanlah hari biasa. Hari itu adalah panggung besar yang mempertemukan kreativitas, disiplin, kerja keras, dan semangat kebersamaan siswa SMKN 1 Pringapus.
Di lapangan utama, para siswa kelas X tampak bersiap untuk agenda utama: penampilan puncak kokurikuler. Sejak awal tahun pelajaran, mereka mengikuti kegiatan kokurikuler setiap hari Rabu dan Jumat, berupa pembiasaan lari komando dan makan sehat bersama. Kegiatan yang tampak sederhana itu sebenarnya mengandung banyak filosofi: disiplin, solidaritas, kecepatan berpikir, dan kemampuan mengikuti instruksi. Selama satu bulan terakhir, kegiatan tersebut berubah intens menjadi rangkaian latihan terjadwal, karena mereka diminta menampilkan lari komando di hadapan seluruh warga sekolah sekaligus dinilai oleh para juri. Bagi sebagian siswa, ini bukan hanya tentang tampil di depan banyak orang, tetapi juga tentang menguji keberanian, kekompakan kelas, serta kemampuan membangun kerja sama.
Tepat pukul delapan pagi, kegiatan resmi dimulai. Para siswa yang bertugas sebagai pembawa acara mengundang seluruh peserta dan tamu untuk mengambil tempat. Bapak Amar Ma’ruf fakhrudin.S.Pd.,M.M Kepala SMKN 1 Pringapus, maju memberikan sambutan pembuka. Dalam pidatonya beliau menegaskan bahwa kegiatan puncak kreativitas ini adalah bentuk nyata dari upaya sekolah mewadahi potensi siswa secara penuh—bukan hanya akademik, tetapi juga non-akademik yang menanamkan nilai karakter, kepemimpinan, dan kreativitas. Beliau memandang kegiatan ini sebagai momentum untuk mengukur sejauh mana siswa mampu membangun kebiasaan baik, bekerja dalam tim, serta mempraktikkan kematangan diri dalam menghadapi tantangan.
Setelah sambutan kepala sekolah, seluruh kelas X mulai bersiap memasuki lapangan. Masing-masing kelas sudah mempersiapkan formasi dan yel-yel yang unik. Ada kelas yang mengusung tema kebersamaan, ada yang menampilkan kekuatan, ada pula yang menambahkan unsur humor agar penampilan menjadi lebih segar. Ketika satu kelas mulai melakukan lari komando, seluruh mata tertuju pada mereka. Langkah-langkah serempak itu memecah pagi, mengisi udara dengan ritme yang teratur. Dari kejauhan, komando ketua kelompok terdengar tegas, memberikan instruksi cepat yang langsung diikuti oleh teman-temannya dengan presisi. Para juri mencatat, para siswa lain bersorak, dan para guru bangga melihat kedisiplinan yang terbentuk.
Ketika lari komando selesai, yel-yel khas masing-masing kelas menggema. Suara lantang para siswa menyatu menjadi energi besar yang mampu menggugah semangat siapa pun yang mendengarnya. Ada kelas yang menyampaikan yel-yel motivasi, ada yang memilih nada-nada ceria, ada pula yang menampilkan gerakan energik yang membuat para penonton tersenyum kagum. Tidak hanya itu, variasi formasi menjadi bagian yang paling ditunggu-tunggu. Ada formasi yang membentuk huruf-huruf besar, ada yang menyampaikan simbol tertentu, dan ada pula yang menata formasi tiga dimensi sederhana untuk menyampaikan pesan unik yang sudah mereka pikirkan bersama selama latihan.
Melihat kreatifitas yang ditampilkan, tampak jelas bahwa para siswa telah mencurahkan usaha besar selama satu bulan terakhir. Tidak hanya antusiasme yang terlihat, tetapi juga proses pembelajaran panjang yang tidak tampak di permukaan—mulai dari bagaimana para siswa berdebat menentukan konsep, bagaimana mereka berlatih di bawah terik matahari, hingga bagaimana mereka belajar menghargai perbedaan pendapat. Semua itu hadir dalam satu rangkaian penampilan yang berlangsung beberapa menit, namun menyimpan perjalanan panjang penuh peluh dan kerja keras.
Sementara penampilan terus berlangsung, di sisi lain area sekolah, stand bazar yang dibuka oleh kelas XI mulai ramai pengunjung. Kegiatan bazar ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena selain meningkatkan kemeriahan acara, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan jiwa wirausaha. Setiap stand memiliki konsep yang berbeda. Ada stand yang menjual makanan ringan buatan sendiri, seperti pastel, sosis bakar, atau makanan kekinian seperti salad dan aneka es. Ada pula stand yang memamerkan kerajinan tangan, aksesori buatan siswa, hingga produk kreatif seperti stiker desain siswa DKV.
Para siswa kelas Xi tampak berusaha keras menarik perhatian pelanggan. Ada yang memasang poster tulisan tangan, ada yang menambahkan dekorasi kecil, ada pula yang mengenakan kostum sederhana untuk meningkatkan daya tarik. Guru-guru yang datang menghampiri stand tampak memberikan dukungan kepada siswa dengan membeli produk mereka, sekaligus memberikan nasihat ringan tentang manajemen usaha. Sementara siswa kelas XII yang berkunjung tampak menikmati suasana bazar sambil mencicipi makanan yang dijual.
Di tengah hiruk-pikuk puncak kokurikuler dan bazar kewirausahaan, satu kegiatan besar lainnya berjalan dengan tenang namun penuh makna: pesta demokrasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2025–2026. Setiap siswa, dari kelas X hingga XII, mengambil kesempatan untuk memberikan suara mereka. Di beberapa titik, panitia OSIS terlihat mengatur jalannya pemilihan dengan rapi. Kotak suara disiapkan, daftar hadir pemilih tersedia, dan siswa-siswa yang datang tampak mengantri dengan tertib. Ini adalah momen penting untuk mengajarkan siswa tentang arti demokrasi yang sesungguhnya: memilih pemimpin bukan karena popularitas, melainkan karena visi, program, dan integritas.
Dalam suasana itu, terlihat betapa siswa SMKN 1 Pringapus tidak hanya dilatih untuk menjadi kreatif dan produktif, tetapi juga didorong untuk menjadi warga muda yang sadar akan pentingnya partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Para calon ketua dan wakil ketua OSIS tampak berkeliling menyapa pemilih, meski kampanye resmi telah selesai. Beberapa siswa memberikan pandangan singkat tentang calon pilihannya, menunjukkan bahwa mereka benar-benar memperhatikan program dan visi yang ditawarkan.
Kegiatan besar yang melibatkan banyak unsur ini tidak lepas dari bimbingan dan koordinasi yang matang. Ibu Rizka Silviana Hartanti.S.Pd.,M.Pd, selaku Ketua Koordinator Kokurikuler, terlihat hilir mudik memastikan setiap bagian kegiatan berjalan seperti seharusnya. Ketika penampilan kelas X selesai, beliau memberikan apresiasi secara langsung kepada beberapa siswa. Dalam wawancara singkat yang ditangkap oleh tim dokumentasi, beliau menyampaikan rasa bangga melihat perkembangan siswa dari minggu ke minggu selama latihan. Ia menegaskan bahwa puncak kreativitas ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang bagaimana proses panjang telah membentuk karakter siswa. Perjalanan selama satu bulan latihan, bagi beliau, adalah bagian terpenting dari seluruh rangkaian kegiatan.
Bapak Amar pun memberikan apresiasi yang serupa. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. Beliau menyampaikan harapannya bahwa kegiatan seperti ini akan terus berlangsung setiap tahun, karena memberikan ruang bagi siswa untuk menemukan potensi diri yang mungkin tidak muncul di dalam kelas.
Seiring waktu berjalan, suasana sekolah makin semarak. Para siswa yang selesai tampil mulai berkeliling area bazar, sementara siswa kelas XI yang menjaga stand saling bergantian untuk tetap bisa menikmati acara. Tim panitia pemilu OSIS melakukan penghitungan suara di ruang terpisah, sementara guru-guru tampak menikmati suasana penuh kehangatan yang jarang ditemui di hari-hari biasa. Ada momen-momen kecil yang memperlihatkan kebersamaan warga sekolah—siswa saling membantu membawa properti, guru memberikan pujian ringan, panitia menyemangati adik kelas yang hendak tampil, serta tawa lepas siswa yang merasa lega karena telah memberikan penampilan terbaiknya.
Ketika siang menjelang, seluruh agenda utama telah selesai. Pengumuman pemenang puncak kokurikuler dan hasil pemilihan OSIS dijadwalkan diumumkan pada hari berbeda agar seluruh proses dapat berjalan objektif dan teliti. Namun satu hal yang tidak bisa ditunda adalah rasa puas yang terpancar dari wajah para siswa. Ada kebanggaan yang tidak terucap ketika mereka duduk bersama teman sekelas, mengenang latihan-latihan berat, dan menyadari betapa jauh mereka melangkah. Ada juga rasa gembira bagi para siswa kelas XI yang berhasil menjual produk lebih banyak dari yang mereka perkirakan, dan ada pula rasa penasaran dari siswa kelas XII yang melihat bagaimana adik kelas mereka tumbuh semakin kreatif dan percaya diri.
Hari itu, SMKN 1 Pringapus benar-benar menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah yang kaya akan kegiatan positif. Setiap langkah, suara, dan kerja sama yang tercipta memberikan gambaran bahwa kreativitas tidak hadir begitu saja, tetapi tumbuh dari latihan, proses, dan dukungan komunitas yang baik. Kolaborasi antara Tim Kokurikuler dan Kesiswaan terbukti mampu membingkai tiga kegiatan besar dalam satu hari tanpa kehilangan makna dari masing-masing kegiatan tersebut.
Ketika seluruh warga sekolah mulai bersiap pulang, sisa-sisa kemeriahan masih terasa. Lapangan yang sebelumnya dipenuhi suara komando kini lebih sunyi, namun menyimpan jejak semangat siswa. Area bazar yang mulai dibereskan menyimpan cerita tentang pengalaman berjualan pertama bagi beberapa siswa. Kotak suara pemilu yang telah disegel menyimpan harapan baru tentang pemimpin OSIS yang akan melanjutkan estafet organisasi. Dan di balik semua itu, ada kesan mendalam bahwa hari itu bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan sebuah perayaan besar atas kreativitas dan karakter yang tumbuh di lingkungan SMKN 1 Pringapus.
Puncak Kreativitas Siswa 2025 berakhir, tetapi semangatnya tidak berhenti di situ. Bagi para siswa, pengalaman hari itu akan menjadi kenangan yang mereka bawa ke masa depan. Bagi para guru, hari itu menjadi bukti bahwa upaya mendidik tidak pernah sia-sia. Dan bagi sekolah, hari itu adalah tanda bahwa SMKN 1 Pringapus terus bergerak maju—menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang kreatif, berdaya, dan berkarakter.
Oleh Ajeng Virga Sawitri Maro.S.Pd.,M.Pd Divisi Sosial Media SMKN 1 Pringapus
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MENGENAL JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan salah satu jurusan yang ada di SMK N 1 Pringapus yang berfokus pada penyampaian pesan melalui media visual. Jurusan ini bertujuan untuk
REKAPITULASI PENGGUNAAN DANA BOS 2025 SMK N 1 PRINGAPUS
REKAPITULASI PENGGUNAAN DANA BOS 2025 SMK N 1 PRINGAPUS
Merayakan Dedikasi Tanpa Batas Peringatan Hari Guru Nasional di SMKN 1 Pringapus
Pagi itu, Selasa, 25 November 2025, lingkungan SMKN 1 Pringapus terasa berbeda. Langit biru membentang sempurna tanpa sehelai awan pun menghalangi, sementara sinar matahari yang hangat
BELAJAR BERSAMA GURU TAMU TECHNOPRENEUR SISWA BUSANA SMKN 1 PRINGAPUS TERINSPIRASI DARI DESAINER KANADA
Pringapus, 6 November 2025 — SMKN 1 Pringapus kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bagi para siswanya melalui program “Belajar Bersama Guru Tamu Technopreneur” yan
SMKN 1 PRINGAPUS RAIH PENGHARGAAN BOOTH PALING INOVATIF DI FESTIVAL PANEN RAYA BERDIKARI JAWA TENGAH 2025
Semarang, 6 November 2025 – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Politeknik Negeri Semarang sukses menyelenggarakan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tenga
Gebyar Bahasa, Batik, dan Semangat Pemuda Meriahnya GEBBPRAK 2025 di SMKN 1 Pringapus
SMK Negeri 1 Pringapus kembali menghadirkan suasana penuh warna dan semangat dalam peringatan Bulan Bahasa, Hari Batik Nasional, serta Hari Sumpah Pemuda tahun 2025. Tiga momentum berse
In House Training (IHT) dan Sarasehan Pembelajaran Mendalam SMK Negeri 1 Pringapus
Pringapus, 21 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat kompetensi pendidik dan mendukung implementasi Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), SMK Negeri 1 Pringapus menyelenggarakan k
Sosialisasi Dukungan Implementasi 7 KAIH bagi Guru dan Murid SMK Negeri 1 Pringapus
Pringapus, 17 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dan mewujudkan pendidikan vokasi yang berkarakter, SMK Negeri 1 Pringapus me
Pelatihan Penyusunan Materi Kredensial Mikro Berstandar Industri di SMK Negeri 1 Pringapus
Pringapus, 15–17 Oktober 2025 — SMK Negeri 1 Pringapus terus berkomitmen menguatkan implementasi Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dengan menyelenggarakan kegiatan Pelat
Rangkaian Kegiatan SMK PK Skema Pembelajaran Mendalam Sinergi SMK Negeri 1 Pringapus dengan Dunia Industri Mitra
Pringapus, 8 Oktober 2025 — SMK Negeri 1 Pringapus kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri melalui pelaksan